Langsung ke konten utama

Postingan

AKU

Merayap dalam gelap, hilang senyap kurasa bumi bagai surga yang kosong impian-impian terkubur keputusasaan kian subur semangat kian punah cintapun ikut musnah hanya rasa takut pejuang yg pengecut asa yang dulu bakar dada kini hilang debarnya dia sang petarung... kini tertunduk murung dulu dia meraung geram kini hanya keluh yang teredam dengan segala luka berlari berlari, hingga hilang segala perih berlari, sampai tersadar segala perih dan luka hanyalah penanda masih ada hidup yang lain hidup setelah tak ada lagi hidup 110216 -basmatika-

TITIK NOL

Namanya titik temu dari horisontal ke vertikal atas dan bawah dimulai dari nol kulihat plus dan minus ku hitung satu satu ku kali dua dua ku bagi sama rata sampai aku tersadar lagi dalam hidup tak ada penambahan dan pengurangan yang ada hanya perubahan ya perubahan yang kekal kesementaraan yang begitu abadi hingga tak termakan oleh waktu Aku adalah nol bukan bilangan akulah sang penetral dan akulah sang titik temu

FATE (Night Stay)

I am the master of my fate... I am the captain of my soul... I am the bone of my sword... Apakah itu takdir? Bisakah kita memilihnya? Atau paling tidak merubahnya lah... Saban hari aku mendengar orang bilang "aku ditakdirkan untuk ini, untuk itu, bla bla bla, apalah, apalah...." Yang jadi pertanyaan adalah bisakah kita menentukan takdir kita? Bolehkah kita menolak jalan yang sudah digariskan? Misalnya nih, aku pengen jadi penulis, pengen banget malah, tp takdir Tuhan lain, aku harus jadi pegawai kantoran misalnya, trus piye? Boleh ngeyel dengan mimpi jadi penulis itu atau kudu nrimo suratan? kan galau yaaa.... Pertanyaan-pertanyaan yang semacam itu itu datang dan datang, tapi belum terjawab. Meskipun aku tau jawabannya ada di diri sendiri, tapi...tapi...tapi, banyak tapi ini, yang ada aku sama sekali ga tau apa yang harus aku lakukan dan apa yang aku inginkan, lho? Trus gimana donk? Katanya aku harus berdama dengan diri sendiri, ehm...dalam beberapa hal kadang aku m...

Obsesi Gila (Seperti Dia)

Seperti malam-malam sebelumnya Kau datang lagi menyerang Tak peduli aq lelah, tak peduli aq tlah menyerah Ternyata aq salah, Kau tak menghilang Hanya brsembunyi d sudut tergelap jiwaku Kau ikat aku Kau pikat aku Pesonamu mencabikku Sgala yg ada padamu bunuh aku Kau tak pernah mendekat Menjaga jarak, Hanya saja bayangmu slalu menghantui Jangan tatap aku sperti itu, aq tak suka! Bagimu aku tak ada, Katakan sesuatu Apa maumu? Aku tak sanggup, aku sudah sangat lelah, Aku tak bisa, aku ingin menyerah.... Tolong aku, Lepaskan aku, bebaskan aku dari pikat pesonamu Lihat aku skali saja, Karena aku ada, karena aku nyata Bagiku kau ganas Karena kau rampas logikaku Bagiku kau misterius Karena kau tak basa ku mengerti Bagiku kau kejam karena ambil keberanianku Berhentilah menyerang Cukup kau ambil alih pikiranku Kau tahu? Karenamu aku hanya merasa Ya, karenamu, aq berpikir dengan rasaku, Karenamu buat ku tak mencintai diri ku Kau buat aku membenci apa yg aku pnya, Ya...karena aku ingin......

Melankolia Senja Hari

Melankolia Senja Hari Kita yang selalu tak sepakat tentang waktu Di sebuah senja terakhir yang mengguratkan Elizabeth Arden (serupa gaun tipis tersingkap pelan-pelan) Aku ziarahi lekuk tubuhmu mencoba menghapal lagi, harum Miyake (pesona mawar di dadamu) atau Davidoff mengabarkan laut: rasa yang pecah di bibir malam Di senja terakhir saat pohon cendana tak berbunga atau berbuah dan bulan yang dulu melahirkan William Blake (dalam kilauan plat tembaga kata-kata) dan gambar meluruh meninggalkan relief-nya.. Tapi beribu kali lima menit usai rasaku tak pernah panak bahkan keraknya makin melebar Kita yang selalu tak sepakat tentang waktu saat senja yang lain mengirim gerimis tiba-tiba bibirmu menyapa inginku Melankolia Senja Hari - Puput Vivi Lestari (salah satu puisi favorit, syair puisi ditulis seingatnya oleh admin, masih perlu perbaikan)

Aku dan Sepenggal Cerita

Hati yang merindu nan rapuh Meski layar ku kembang penuh Dan jarak sudah bertahun aku tempuh Namun sauh tak kunjung berlabuh Walau angin kehilangan ritmenya Cinta, cita dan asa masih ku punya Hanya satu pinta sebelum ajal bertahta Labuhkan hatimu ke pangkuanku saja Padamu yg tiada berupa Padamu aku jatuh cinta Ku awali tulisan ini dengan sebuah puisi, puisi yang kata per katanya ku kutip dari mana-mana. Dan ini lah ceritaku:  Ini cerita tentang pengorbanan, tentang cinta, tentang keraguan dan kepastian, tentang kebimbangan dan keyakinan, tentang perasaan goyah akan sesuatu dan rasa ingin bertahan. Sebuah cerita tentang rasa kecewa dan keputusasaan, cerita tetang perubahan, cerita tentang ketakutan dan keberanian, juga tentang kerapuhan. Aku menyebut serita ini kehidupan , dengan berbagai rasa dan asa, dengan ribuan proses yang terjadi didalamnya. Ya ini adalah cerita tentang hidup, hidup ku tepatnya… Dulu aku menyebutnya pengorbanan, yang aku korbankan adalah dirik...

MASIH (TENTANG KITA)

Kita yang tertidur dalam kegelapan yang intens Kita yang nyatanya tak berjarak sayangnya kita juga tak bernama adalah kita yang rapuh yang jauh dari mimpi satu persatu merajut asa dua perdua hilang harap hingga tiga pertiga merapal doa kita yang selalu ada dalam pencarian masa depan saat mimpi makin menjauh kita saling merangkul hingga nanti cinta ditemukan dan surga kita dapatkan sejujurnya kita selalu ada karena kita  abadi -basmatika-