Langsung ke konten utama

Postingan

Zona Waktu

Bali 1 Jam lebih awal dari Surabaya, namun tidak berarti Surabaya lambat dan Bali lebih cepat. Keduanya bekerja dengan zona waktunya masing-masing. Seseorang yang masih sendiri dan melajang. Seseorang lainnya menikah namun menunggu belasan tahun untuk memiliki anak. Namun ada juga yang langsung punya anak setelah setahun menikah dan bahkan memiliki anak sebelum menikah. Seseorang lulus kuliah pada usia 22 tahun, tapi harus menunggu 5 tahun untuk memperoleh pekerjaan tetap dan mapan, yang lainnya lulus di usia 27 tahun tapi langsung bekerja begitu lulus. Seseorang  menjadi direktur diusia 30 tahun tapi meninggal di usia 60 tahun, yang lainnya menjadi direktur di usia 50 tahun dan hidup sampai usia 90 tahun. Setiap orang bekerja dengan zona waktunya sendiri-sendiri. Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing. Bekerjalah sesuai dengan zona waktumu, tak ada yang perlu dipaksakan. Keluarga mu, teman-temanmu, kolegamu, adik kelas mu bahkan musuhmu mungki...

WHAT IF.....

Tema ku untuk tulisan ini adalah perpisahan.... Kenapa? Yah...karena perpisahan itulah yang kekal Perpisahaan mengajarkan kita tentang kehilangan, tentang penyesalan, tentang keberanian, juga tentang keikhasan. Yap, perpisahan tidak melulu tentang kehilangan, dengan drama picisan dan derai air mata. Terorinya seperti itu, namun jangan salah....praktiknya susahnya minta ampun. Aku pun akan menangis di sudut kamar, berlinang air mata, bertanya-tanya, ada ribuan " what if.... " di dalam hati. Membayangkan dunia paralel dan kehidupan jika sebelumnya jalan lain yang aku pilih. " What if.... ", yaaaa....dengan cara itulah aku bertahan hidup dulu, hidup dalam pengandaian, berandai-anda perpisahaan itu tak pernah terjadi. Aku tahu rasanya, ditinggalkan. Merasa sekian tahun yang terlewat adalah percuma. Aku paham rasanya ada tapi dianggap tiada, aku kenyang dengan rasa yang tidak dianggap lagi, saat ada yang baru dengan pesonanya dan yang lama ditinggalkan, ...

Kekuatan Jeda

Dear Semesta........... Terima kasih untuk semua berkat yang aku terima, terima kasih atas semua masalah yang harus aku hadapi 𝨾. Aku tahu bahwa aku telah berjuang keras untuk setahun belakangan. Banyak hal yang aku alami, banyak orang yang datang untuk sekedar pergi, dan juga datang untuk menetap lama. Terima kasih untuk semuanya......... Sekarang, bolehkan aku meminta jeda? Ehmm....maksud ku aku ingin memberi jeda untuk diriku sendiri.Belakangan ini aku sama sekali ga memberi ruang pada semesta untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk meringankan beban ku. Aku terlalu focus untuk segala pencapaian yang ingin aku raih, terlalu memaksakan diri mengenakan topeng berlama-lama, dan sekarang aku mulai lelah. Maka ku buatlah jeda ini, bukan karena aku malas ya . Tapi aku membuat jeda untuk memulihkan diri, dan memberi ruang pada semesta ini untuk membantuku. Seperti saat menggergaji ratusan balok kayu, bila gergaji kita gunakan terus menerus tanpa jeda, apa...

Hidup dan Persepsi

Aku bukanlah apa yang kalian pikirkan tentang aku Bagi kalian aku buruk, tidak menjadikan aku buruk Bagi kalian aku baik, tidak serta merta menjadikan aku baik  tanpa dosa Aku adalah diriku tanpa tendensi dari orang lain Namun aku juga adalah aku sebagaimana yang kalianpikirkan. Bagi kalian aku buruk Sebaik apa pun aku bersikap akan tetap buruk dan salah di mata kalian. Bagi kalian aku ini baik Bahkan saat aku melakukan kesalahan fatal pun, masih ada pembenaran yang menjadikan aku tetap baik di mata kalian. Ah, hidup hanyalah tentang persepsiBagi kalian yang nerasa tahu siapa aku Kalian yang merasa begitu dekat dan mengenal ku Yakinkan kalian iru adalah aku? Atau itu hanya kau dalam persepsi kalian? -basmatika-

Aku dan Topengku

Belakangan ini aku menyadari sesuatu. Hidup di dunia nyata ternyata penuh intrik, lebih drama dari sinetron layar kaca dan FTV yang judulnya tak masuk akal itu. Nyatanya hidup yang sederhana seringkali diperumit tanpa kita sadari. Adalah ego yang lebih banyak mendominasi apa yang kita lakukan, ego yang membuat kita jauh dari diri kita sendiri.  Aku yang setahun lalu adalah aku yang akan menyalahkan keadaan di setiap hal buruk yang aku alami. Dengan ego super besar aku menganggap seseorang bisa menjadi milik ku dan saat aku kehilangan itu aku membuat dunia ku seolah-olah berakhir. Aku menempatkan diriku sebagai korban,sebagai yang tersakiti. Benarkan demikian? Tergantung sudut pandang kalian sekarang sebenarnya. Aku yang dulu selalu mencari pembenaran atas apa yang telah aku lakukan, aku yang dulu terlalu meletakan kebahagian ku pada orang lain, sehingga saat orang-orang itu pergi, pergi pulalah bahagia itu.  Pelan-pelan aq mulai belajar move on, belajar menerima. Tak ada...

AKU

Merayap dalam gelap, hilang senyap kurasa bumi bagai surga yang kosong impian-impian terkubur keputusasaan kian subur semangat kian punah cintapun ikut musnah hanya rasa takut pejuang yg pengecut asa yang dulu bakar dada kini hilang debarnya dia sang petarung... kini tertunduk murung dulu dia meraung geram kini hanya keluh yang teredam dengan segala luka berlari berlari, hingga hilang segala perih berlari, sampai tersadar segala perih dan luka hanyalah penanda masih ada hidup yang lain hidup setelah tak ada lagi hidup 110216 -basmatika-

TITIK NOL

Namanya titik temu dari horisontal ke vertikal atas dan bawah dimulai dari nol kulihat plus dan minus ku hitung satu satu ku kali dua dua ku bagi sama rata sampai aku tersadar lagi dalam hidup tak ada penambahan dan pengurangan yang ada hanya perubahan ya perubahan yang kekal kesementaraan yang begitu abadi hingga tak termakan oleh waktu Aku adalah nol bukan bilangan akulah sang penetral dan akulah sang titik temu