Langsung ke konten utama

Postingan

D.U.A.L.I.S.M.E

Cinta, benci Marah, sayang Bahagia, menderita Baik, buruk Berhasil, gagal Positif, negatif Dualisme..... Hidup memang seperti itu, aku penah gagal sehingga tau betapa bahagianya saat berhasil dalam suatu hal. Aku pernah jatuh cinta dan merasa betapa sakitnya patah hati itu. Aku pernah sangat marah namun reda oleh kasih sayang. Hanya saja baik dan buruk itu yang relatif demikian juga positif dan negatif. Aku belajar mengontrol pikiran ku untuk selalu positif, namun ada banyak distraction yang bikin aku kembali negatif dan pesimis. Aku berusaha membuat semesta menerima energi postif dari pikiran-pikiran ku, tapi ternyata tak semudah itu. aku masih  sering mempertanyakan hal-hal buruk yang aku terima, pertanyaan "kenapa harus aku?". Dan aku sadar aku tak pernah bertanya pada semesta saat aku bahagia, Aku mulai belajar menerima, belajar melepaskan diri dari ekspektasi yang mengungkung. Aku belajar menerima orang datang dan pergi dalam hidup ku karena memang h...

Optimis atau Pesimis? Beda, aku REALISTIS!!!

Menurut sebagian orang aku orangnya egois. Tak apa, tidak masalah dan aku tidak punya keharusan untuk menjelaskan siapa diriku pada semua orang apalagi orang yang nota bene tidak dekat denganku. Bukankah siapa kita adalah tentang persepsi?  Ada yang bilang bahwa cara orang memperlakukan kita adalah cerminan diri kita sendiri. Aku setuju sih, tapi (tetep ada tapinya yaaa) ga semua sih kaya gitu. Terutama tipe kaya aku yang pendendam ini, sekali ga suka sama orang biar kaya gimana dia baikin aku, ga bakalan bikin aku balik respek lagi sama dia. Jahat ya??? Yaaaa balik lagi jahat ga nya itu relatif tergantung persepsi kalian masing-masing. Beberapa orang menyebut aku tuh orangnya pesimistis, dan aku menyebut diri ku REALISTIS! Ada banyak hal yang membedakannya, misalnya nih ya...aku ditantang beli MacBook tapi cuma punya duit sejuta dan harus dapat dengan harga itu, aku bilang ga bisa, apa itu aku pesimis? NO, aku tau harga MacBook itu belasan hingga puluhan juta, aku realistis bi...

MENIKAH (Antara Hati dan Bhakti)

Aku hidup di jaman hidup serba distandar dan semua serba terprogram. Baik buruk, benar salah semua ada standardnya, dari lahir nama, agama dan bahkah tujuan hidup sudah diarahkan. Kita diprogram untuk mengikuti aturan masyarakat yang apabila kita melanggar kita dianggap sebagai pemberontak, virus atau lebih parah lagi sampah masyarakat. Norma-norma dan hukum-hukum yang berlaku adalah standar yang harus dipatuhi, mau tidak mau, suka tidak suka. Sebagai perempuan Bali, aku merasa banyak sekali tuntutan dan tekanan yang di hadapi. Aku diharuskan mengikuti aturan-aturan yang kadang beberapa diantaranya sudah kuno menurut ku. Bukan berarti sok modern, aku sangat bangga dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali, dengan adat dan tradisinya, dengan taksu dan keseniannya, aku bangga sekali dan aku mencintai tanah kelahiranku. Di sisi lain sebagai perempuan setengah modern (karena aku belum sepenuhnya menjadi wanita modern dan aku tidak berniat menjadi wanita modern), ada bebe...

Dosis JEDA (Antara Overdosis atau Underdosis)

Berapa banyak jeda yang aku perlukan untuk membuat ku kembali waras, berapa lama jeda yang aku butuhkan untuk membuat passion ku kembali? Antara jenuh, keinginan menyerah, kurangnyanya motivasi dan inovasi, paket lengkap yang membuat ku ingin lari. Lari dari apa? Kenyataan? Bisa dibilang seperti itu, tapi menghapi kekeras kepalaan makhluk-makhluk itu menguras tenaga, pikiran dan hati. Ini tidak berlebihan, rasanya nano-nano saat kamu ingin marah tapi harus tetap meladeni setiap request yang kadang tidak masuk akal itu. Rasanya ingin menggaruk muka mereka dan teriak "Aku lho bukan Tuhan!!!!"  Kemarin aku sudah mengambil jeda, but guess...I take a leave, but just my body. ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข My mind still at office, fyuuh....Jedanya kurang atau uda overdosis? Terkadang menurut ku is important to do a lil bit of nothing, tapiiiiiii....ga bisa. Syediiih banget kan.... Entah apa yang aku kejar disini, apa sih yang aku cari di sini? Pengalaman? Karier? Pengakuan? Uang? N...

Zona Waktu

Bali 1 Jam lebih awal dari Surabaya, namun tidak berarti Surabaya lambat dan Bali lebih cepat. Keduanya bekerja dengan zona waktunya masing-masing. Seseorang yang masih sendiri dan melajang. Seseorang lainnya menikah namun menunggu belasan tahun untuk memiliki anak. Namun ada juga yang langsung punya anak setelah setahun menikah dan bahkan memiliki anak sebelum menikah. Seseorang lulus kuliah pada usia 22 tahun, tapi harus menunggu 5 tahun untuk memperoleh pekerjaan tetap dan mapan, yang lainnya lulus di usia 27 tahun tapi langsung bekerja begitu lulus. Seseorang  menjadi direktur diusia 30 tahun tapi meninggal di usia 60 tahun, yang lainnya menjadi direktur di usia 50 tahun dan hidup sampai usia 90 tahun. Setiap orang bekerja dengan zona waktunya sendiri-sendiri. Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing. Bekerjalah sesuai dengan zona waktumu, tak ada yang perlu dipaksakan. Keluarga mu, teman-temanmu, kolegamu, adik kelas mu bahkan musuhmu mungki...

WHAT IF.....

Tema ku untuk tulisan ini adalah perpisahan.... Kenapa? Yah...karena perpisahan itulah yang kekal Perpisahaan mengajarkan kita tentang kehilangan, tentang penyesalan, tentang keberanian, juga tentang keikhasan. Yap, perpisahan tidak melulu tentang kehilangan, dengan drama picisan dan derai air mata. Terorinya seperti itu, namun jangan salah....praktiknya susahnya minta ampun. Aku pun akan menangis di sudut kamar, berlinang air mata, bertanya-tanya, ada ribuan " what if.... " di dalam hati. Membayangkan dunia paralel dan kehidupan jika sebelumnya jalan lain yang aku pilih. " What if.... ", yaaaa....dengan cara itulah aku bertahan hidup dulu, hidup dalam pengandaian, berandai-anda perpisahaan itu tak pernah terjadi. Aku tahu rasanya, ditinggalkan. Merasa sekian tahun yang terlewat adalah percuma. Aku paham rasanya ada tapi dianggap tiada, aku kenyang dengan rasa yang tidak dianggap lagi, saat ada yang baru dengan pesonanya dan yang lama ditinggalkan, ...

Kekuatan Jeda

Dear Semesta........... Terima kasih untuk semua berkat yang aku terima, terima kasih atas semua masalah yang harus aku hadapi ๐จพ. Aku tahu bahwa aku telah berjuang keras untuk setahun belakangan. Banyak hal yang aku alami, banyak orang yang datang untuk sekedar pergi, dan juga datang untuk menetap lama. Terima kasih untuk semuanya......... Sekarang, bolehkan aku meminta jeda? Ehmm....maksud ku aku ingin memberi jeda untuk diriku sendiri.Belakangan ini aku sama sekali ga memberi ruang pada semesta untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk meringankan beban ku. Aku terlalu focus untuk segala pencapaian yang ingin aku raih, terlalu memaksakan diri mengenakan topeng berlama-lama, dan sekarang aku mulai lelah. Maka ku buatlah jeda ini, bukan karena aku malas ya . Tapi aku membuat jeda untuk memulihkan diri, dan memberi ruang pada semesta ini untuk membantuku. Seperti saat menggergaji ratusan balok kayu, bila gergaji kita gunakan terus menerus tanpa jeda, apa...